KonverterTeks

Memahami JSON: struktur, kesalahan umum, dan pemformatan

Dipublikasikan 13 Juni 2026

JSON, kependekan dari JavaScript Object Notation, sekarang jadi cara standar program saling bertukar data terstruktur. Berkas konfigurasi, respons API, sampai pengaturan yang tersimpan kebanyakan berbentuk JSON, soalnya formatnya enak dibaca manusia tapi tetap gampang diproses mesin. Formatnya kecil, bisa kamu pelajari dalam sesore, tapi aturannya ketat dan ini yang sering bikin pemula kaget: hal-hal yang terasa opsional dalam tulisan sehari-hari di sini malah wajib, dan salah satu saja bisa bikin seluruh dokumen gagal dimuat.

Komponen penyusunnya

JSON cuma dibangun dari dua jenis wadah dan empat nilai dasar. Objek dibungkus kurung kurawal dan berisi pasangan kunci–nilai, contohnya {"name": "Budi", "age": 30}. Array dibungkus kurung siku dan berisi daftar yang berurutan, contohnya [1, 2, 3]. Di dalamnya kamu bisa menaruh string (selalu pakai tanda kutip ganda), angka, nilai true / false / null, serta objek atau array lain yang bisa bersarang sampai sedalam apa pun.

Aturan yang paling sering dilanggar

  • Koma di akhir dilarang. Koma setelah item terakhir seperti [1, 2, 3,] memang sah di JavaScript, tapi nggak sah di JSON.
  • Kunci dan string wajib pakai tanda kutip ganda. Kutip tunggal atau kunci tanpa kutip sama-sama bikin error.
  • Komentar nggak diizinkan. JSON nggak kenal // atau /* */, jadi buang dulu sebelum diproses.
  • Angka nggak boleh diawali nol atau diakhiri titik, dan karakter khusus di dalam string harus di-escape pakai garis miring terbalik.

Membaca pesan kesalahan parser

Pesan seperti "Unexpected token } at position 48" sebenarnya lebih membantu dari yang kamu kira. Angka posisinya menunjuk ke karakter ke sekian dalam teks, jadi letak masalahnya ada di sekitar situ, biasanya berupa koma atau kutip sedikit sebelum titik itu, nggak selalu pas di sana. Karena satu kesalahan di awal sering merembet ke mana-mana, perbaiki dulu kesalahan pertama yang dilaporkan lalu cek lagi; biasanya keluhan-keluhan setelahnya ikut hilang sendiri.

Minify atau pretty-print?

JSON yang sama bisa ditulis padat dalam satu baris atau dibentangkan menjorok di banyak baris. Versi yang di-minify membuang semua spasi yang nggak perlu biar berkasnya lebih kecil dan cepat dikirim, cocok untuk API produksi. Versi yang di-pretty-print menambah indentasi dan baris baru biar strukturnya gampang dibaca manusia, cocok saat lagi debugging. Datanya sama persis, yang berubah cuma spasinya. Formatter JSON kami bisa keduanya, sekalian memvalidasi sambil jalan, dan nggak pernah mengirim datamu ke mana pun, jadi aman buat memformat payload yang berisi data privat.

Semua artikel