Perbandingan biaya mobil listrik vs hybrid vs bensin
Hitung total biaya kepemilikan ketiganya — harga beli, penyusutan, energi, pajak, servis, suku cadang, asuransi, instalasi charger rumah, dan siasat ganjil-genap.
Asumsi bersama
Mobil listrik
Mobil hybrid
Mobil bensin
Cara memakai
- Isi asumsi bersama lebih dulu: berapa tahun mobil akan dipakai, jarak tempuh per tahun, tarif listrik, berapa banyak pengisian yang dilakukan di SPKLU umum beserta tarifnya, dan harga BBM.
- Lengkapi harga beli, konsumsi, pajak tahunan, servis, suku cadang, asuransi, dan perkiraan harga jual kembali untuk tiap mobil.
- Kalau Anda melintasi kawasan ganjil-genap Jakarta, isi berapa hari per bulan Anda terkena dan berapa biayanya — mobil listrik dikecualikan, jadi biaya itu hanya jatuh ke dua lainnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa pajaknya harus saya isi sendiri?
Karena tidak ada satu angka yang bisa dikutip. Pajak kendaraan ditetapkan tiap provinsi, dan keringanan untuk mobil listrik berbasis baterai sudah beberapa kali berubah. Angka di STNK Anda, atau angka yang disebutkan untuk mobil yang sedang Anda pertimbangkan, adalah satu-satunya yang layak dimasukkan.
Bagaimana cara menaksir biaya ganjil-genap?
Perkirakan berapa biaya nyata satu hari saat Anda tidak bisa lewat — taksi pulang pergi, rute memutar, atau waktu yang terbuang — lalu berapa hari per bulan itu terjadi. Kalau Anda tidak pernah melewati kawasan ganjil-genap, biarkan jumlah harinya nol dan barisnya tetap Rp 0 untuk ketiganya.
Kenapa penyusutan mendominasi totalnya?
Karena memang biasanya begitu. Dalam lima tahun, selisih antara harga beli dan harga jual kembali sering lebih besar daripada gabungan biaya BBM, pajak, dan servis. Itu sebabnya membandingkan biaya operasional saja cenderung menguntungkan mobil yang paling irit bahan bakar. Harga jual kembali adalah kolom yang paling layak Anda riset sebelum mempercayai totalnya.
Kenapa biaya servis mobil listrik begitu kecil?
Karena memang sedikit yang perlu diservis. Mobil listrik tidak punya oli mesin, filter, busi, timing belt, knalpot, atau transmisi bertingkat, sehingga sebagian besar item di jadwal servisnya berupa pemeriksaan, bukan penggantian. Yang tetap memakan biaya adalah rem — bukan karena aus, sebab pengereman regeneratif mengerjakan sebagian besar perlambatan, melainkan karena kaliper bisa macet akibat jarang dipakai sehingga perlu dibersihkan dan dilumasi berkala — ditambah aki 12 volt kecil yang tetap menghidupkan elektronik mobil, serta ban. Isi angka dari buku servis atau penawaran dealer untuk mobil yang Anda pertimbangkan, jangan diasumsikan nol.
Kenapa ada kolom pajak listrik, tapi tidak ada untuk BBM?
Karena harga BBM yang Anda isikan adalah harga di pom bensin, yang sudah termasuk pajak. Tarif PLN tidak: pada token prabayar, PPJ dipotong dari nominal sebelum sisanya dikonversi menjadi kWh, dan di atas 6.600 VA ada PPN untuk golongan itu. Tanpa kolom ini sisi mobil listrik akan terlihat lebih murah hanya karena pajaknya tertinggal. Isi selisih yang terukur pada token Anda sendiri — nominal dibagi kWh yang masuk, dibandingkan tarif dasar. Pengisian di SPKLU punya kolom sendiri: isi porsi pengisian di SPKLU dan tarif finalnya, sehingga pajak ini hanya berlaku untuk pengisian di rumah.
Apa yang diisi di kolom asuransi dan charger rumah?
Asuransi adalah premi all risk tahunan yang ditawarkan kepada Anda; untuk mobil sekelas, besarnya terutama ditentukan oleh harga mobil, jadi mengikuti harga, bukan jenis penggeraknya — nilai bawaannya sekitar 2,5% dari harga masing-masing. Charger rumah adalah biaya sekali bayar: wallbox, kabel dari meteran, dan sering kali tambah daya PLN, karena charger 7 kW tidak muat di daya kecil. Biayanya bisa nol bila dealer memberi wallbox dan panel listrik dekat garasi, hingga beberapa juta rupiah bila tidak — karena itu nilai bawaannya nol, mintalah penawaran. Kalau Anda sama sekali tidak bisa mengisi di rumah, isi porsi SPKLU 100% — dan sebagian besar penghematan energi mobil listrik ikut hilang.
Berapa biaya mengisi di SPKLU?
Permen ESDM 1/2023 menetapkan tarif energi di SPKLU sebesar Rp 2.466,78 per kWh, ditambah PPN 11% — Rp 2.738 per kWh, nilai bawaan di sini. Pengisian cepat dan ultra cepat boleh dikenai biaya layanan maksimal Rp 25.000 dan Rp 57.000 per sesi; operator boleh memasang lebih rendah, dan PLN Mobile menampilkan biayanya sebelum pengisian dimulai. Mengisi 40 kWh dengan biaya layanan penuh Rp 25.000 berarti sekitar Rp 3.360 per kWh, jadi kalau Anda sering mengisi cepat dalam sesi pendek, masukkan angka yang lebih tinggi. Dibandingkan tarif rumah sekitar Rp 2.000 per kWh setelah pajak, setiap sepersepuluh pengisian yang pindah ke SPKLU menaikkan biaya energi mobil listrik sekitar 4%. Porsi bawaan 10% mewakili perjalanan luar kota; pengemudi tanpa charger di rumah sebaiknya mengisi 100.
Pemilik di luar negeri mengaku hemat jauh lebih banyak. Kenapa selisihnya lebih kecil di sini?
Karena harga di balik cerita-cerita itu terbalik. Seorang pemilik di Kanada yang videonya banyak ditonton mencatat 207.000 km selama tujuh tahun lengkap dengan kuitansi, dan membayar listrik sekitar 18% dari biaya bensin untuk jarak yang sama — listrik tenaga air yang murah melawan BBM yang dipajaki. Masukkan 207.000 km yang sama ke nilai bawaan kalkulator ini dan gambarannya berubah: sekitar Rp 64 juta untuk listrik melawan Rp 176 juta untuk Pertalite pada mobil yang menghabiskan 8,5 liter per 100 km, atau kira-kira 36%. BBM di Indonesia disubsidi sementara listrik rumah tangga tidak, jadi penghematannya nyata — sekitar Rp 112 juta untuk jarak itu — tetapi mengonversi angka dolar dari luar negeri dengan kurs akan melebihkannya sekitar dua kali lipat. Yang tetap berlaku adalah caranya: jumlahkan biaya nyata per kilometer, dan isi daya di rumah sebisa mungkin.
Tentang alat ini
Perdebatan soal mobil listrik biasanya berhenti di harga on the road, padahal justru angka itu yang paling sedikit bercerita tentang biaya memiliki mobil. Kalkulator ini menjumlahkan gambaran utuhnya selama tahun-tahun mobil itu benar-benar Anda pakai: berapa yang hilang karena penyusutan, berapa yang keluar untuk listrik atau BBM sesuai tarif dan jarak tempuh Anda sendiri, pajak tahunan masing-masing, servis berkala, suku cadang yang aus, asuransi, biaya sekali bayar untuk menyiapkan pengisian di rumah, dan — untuk dua jenis yang tidak dikecualikan di Jakarta — berapa biaya menyiasati aturan ganjil-genap. Hasilnya menampilkan total tiap jenis penggerak, biaya per kilometer, dan mana yang paling murah beserta selisihnya. Tidak ada angka yang diambil dari tabel pajak atau daftar harga: semuanya kolom yang Anda isi sendiri, karena tarif pajak berbeda tiap provinsi, insentif berubah tiap tahun, dan satu-satunya angka yang layak dibandingkan adalah angka yang berlaku untuk Anda.